Ragam Cara Mengatasi Pori-Pori Besar

Posted on Leave a commentPosted in Kecantikan Kulit

Pori-pori wajah yang terlihat seperti kulit jeruk sebaiknya jangan disepelekan. Masalah kecantikan yang dipicu lantaran produk kecantikan yang tak cocok, paparan sinar matahari, serta produksi minyak berlebih ini membuat Anda lebih beresiko terserang jerawat. Lebih dari itu, makeup yang digunakan terlihat kasar akibat pori-pori besar. Lantas, apa tindakan yang tepat untuk mengatasi pori-pori besar? Berikut ragam cara yang patut dipertimbangkan:

Mengaplikasikan es batu

Biasanya es batu dipergunakan untuk membuat minuman terasa lebih segar di tenggorokan. Sebetulnya, es batu bisa dimanfaatkan untuk mengatasi pori-pori wajah besar. Caranya adalah dengan memasukkan beberapa bongkah es batu ke dalam plastik atau kain katun. Kemudian, kompreskan es batu pada wajah. Sensasi dingin yang ditawarkan es batu ini akan membuat pori-pori wajah menciut. Di samping itu, Anda juga bisa menggunakan es batu sebagai primer sebelum bermakeup atau menangani mata bengkak.

Memakai masker alamiah

Penggunaan masker juga bisa dilakukan guna menangani masalah pori-pori seperti kulit jeruk. Tidak perlu ke salon kecantikan, Anda bisa melakukannya secara mandiri di rumah untuk menghemat biaya. Berikut ini beberapa bahan alami yang bisa dipergunakan:

  • Tomat. Buah sekaligus sayur ini juga bisa dijadikan masker untuk mengatasi pori-pori besar. Caranya adalah dengan menghaluskan tomat, kemudian balurkan ke seluruh wajah. Diamkan selama 15 menit baru dibilas dengan air hangat kemudian penutupnya air dingin.
  • Putih telur. Selain tomat, bahan alami lainnya yang bisa dijadikan masker untuk mengecilkan pori-pori adalah putih telur. Setelah memisahkan putih telur dari kuningnya, kocok lepas. Selanjutnya balurkan ke seluruh wajah. Disarankan menggunakan kuas agar lebih merata. Diamkan hingga mengering baru dibilas dengan air dingin dilanjutkan dengan air dingin. Masker putih telur juga berkhasiat untuk menurunkan produksi minyak berlebih pada wajah.

Bahan alami yang bisa diaplikasikan adalah madu dan timun. Penting! Apa pun masker yang dipakai, alangkah baiknya untuk memastikan kebersihan wajah sebelum menggunakannya. Di samping itu, Anda juga harus disiplin & konsisten dalam menggunakan masker. Sebagaimana diketahui kalau penggunakan masker dengan bahan alami memang lebih aman, tapi hasilnya tidak bisa langsung terlihat. Butuh waktu berminggu-minggu untuk bisa melihat hasilnya. So, intinya Anda harus sabar.

Melakukan eksfoliasi

Eksfoliasi menjadi cara lain untuk mengatasi masalah kecantikan wajah yang satu ini. Kalau ingin melakukan pengelupasan di klinik kecantikan, pastikan klinik kecantikan yang dipilih benar-benar terpercaya dilihat dari tahun berdirinya yang relatif lama, ditangani langsung oleh dokter berpengalaman, sekaligus banyaknya mantan pasien yang mengaku puas. Jika ingin melakukannya sendiri di rumah, pastikan produk yang dipilih memiliki izin BPOM & tidak kadaluarsa.

Terlepas dari apa pun pilihannya, Anda harus pastikan bahwa wajah tidak sedang berjerawat saat hendak melakukan eksfoliasi. Sebab, pengelupasan kulit saat kondisi wajah demikian akan memicu iritasi kulit. Lebih dari itu, jerawat akan makin meradang. Walhasil, suatu saat ketika jerawat sembuh tidak tertutup kemungkinan akan memicu bekas luka atau bopeng pada wajah sehingga membuat tampilan wajah buruk. Sebaiknya, tangani dahulu jerawat sebelum lakukan pengelupasan untuk mengecilkan pori-pori wajah.

Semoga informasi di atas dapat membuat wajah halus sehingga mengembalikan rasa percaya diri Anda. Namun, alangkah baiknya jika pori-pori wajah besar bisa dicegah dengan rajin membersihkan wajah terutama setelah menggunakan makeup, pakai tabir surya, & lebih selektif dalam memilih produk kecantikan wajah.

Stroke: Penyakit Pembunuh Nomor Satu di Indonesia

Posted on Leave a commentPosted in Penyakit

Menurut sejumlah penelitian, stroke dikategorikan sebagai penyakit pembunuh nomor satu di Indonesia. Penderitanya adalah orang-orang yang sudah berusia di bawah dan di atas 65 tahun. Pada umumnya, penyakit ini dialami oleh orang-orang yang suka merokok, malas berolahraga, pola makan yang tidak teratur, dan menderita penyakit-penyakit berbahaya seperti darah tinggi, fibrilasi atrium, kolesterol tinggi, dan kencing manis. Sebenarnya, apa itu stroke? Ini adalah kondisi di mana pasokan darah ke otak terhenti karena adanya penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Hal ini menyebabkan sel-sel pada otak mati sehingga tidak bisa menyambungkan perintah dari otak ke organ tubuh untuk bergerak.

 

Ingin tahu lebih banyak tentang penyakit mematikan ini? Jika iya, simak informasi selengkapnya di bawah ini:

Gejalanya

Pada umumnya ada tiga gejala yang bisa saja dialami oleh penderita stroke:

  1. Lengan tidak bisa digerakkan baik itu lengan sebelah kanan, kiri, atau keduanya. Hal ini terjadi karena kelumpuhan pada organ tersebut.
  2. Mata dan mulut pada bagian wajah sebelah kiri atau pun kanan terlihat turun. Kondisi ini disebabkan karena tertariknya syaraf akibat gagalnya pasokan darah ke otak.
  3. Bicara menjadi tidak jelas atau bahkan tidak bisa sama sekali berbicara walaupun sedang dalam kondisi sadar.

Apabila mengalami salah satu gejala ini secara tiba-tiba, disarankan untuk segera menuju ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan intensif agar kondisi ini tidak semakin memburuk.

Jenisnya

Pada umumnya, ada 3 jenis stroke yang banyak dialami oleh orang-orang. Pertama, stroke iskemik yang terjadi karena gumpalan darah yang memberhentikan pasokan darah ke otak. Kedua, stroke hemoragik yang terjadi pembuluh darah yang menyalurkan darah ke otak pecah. Ketiga, stroke ringan atau juga dikenal dengan nama TIA (Transient Ischemic Attack). Stroke ini terjadi karena aliran darah ke otak mengalami gangguan sesaat dan kemudian normal kembali. Biasanya penderita akan mengalami pusing kepala, penglihatan kabur dan ganda, tubuh menjadi lemas, dan kesulitan berbicara. Meskipun tergolong ringan, apabila tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat, penyakit jenis ini akan parah dengan sendirinya dan bisa menimbulkan stroke iskemik atau hemoragik.

Pengobatan dan pencegahannya

Pengobatan yang dilakukan untuk penderita penyakit serius ini adalah dengan memberikan obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah, tingkat kolesterol, dan tingkat pembekuan darah. Di samping itu, bila ada tumpukan lemak di arteri, operasi akan dilakukan untuk memperbaiki kondisi pasien. Di lain sisi, selain melalui pengobatan medis, beberapa orang pun memutuskan untuk melakukan pengobatan alternatif atau tradisional seperti halnya dengan pengobatan dengan terapi akupuntur atau dengan obat-obatan herbal dari bahan-bahan alami.

Sementara itu, untuk pencegahan dari stroke ini sendiri adalah dengan menerapkan pola hidup sehat sedini mungkin. Hentikan kebiasaan-kebiasaan buruk yang dapat memperburuk kondisi kesehatan tubuh, seperti merokok, menggunakan obat-obatan terlarang, begadang, minum minuman beralkohol, dan lain sebagainya. Pola makan pun harus dijaga sebaik mungkin dan pastikan untuk tidak selalu mengkonsumsi makanan yang memiliki kadar lemak dan kolesterol tinggi. Mulai biasakan diri untuk banyak mengkonsumsi buah dan sayur-sayuran. Pastikan pula untuk rajin berolahraga, minimal satu kali dalam seminggu. Bila banyak waktu luang, sebaiknya berolahraga saja daripada dihabiskan dengan melakukan hal-hal yang tidak penting. Bersepeda, jogging, main basket, main sepakbola, nggym, dan berenang bisa dijadikan pilihan olahraga yang menyenangkan.

Ini Nih Penyebab Munculnya Kerutan di Wajah

Posted on Leave a commentPosted in Kecantikan

Kerutan di wajah merupakan salah satu masalah yang dapat menurunkan penampilan dan kepercayaan diri seseorang. Di samping itu, bila sudah berhadapan dengan masalah ini, besar kemungkinan wajah akan terlihat lebih tua daripada umur yang sebenarnya. Misalnya, jika seorang wanita yang masih berusia 25 tahunan mengalami masalah kerutan di wajah, orang-orang di sekitarnya bisa saja menebak umur wanita itu 30 tahunan ke atas. Apalagi jika mereka melihatnya ketika sedang tidak memakai make up. Btw, tahukah Anda apa yang menyebabkan kerutan di wajah? Selain faktor usia, masalah ini bisa juga disebabkan oleh:

Sering terpapar sinar matahari

Tidak bisa dipungkiri bahwa sinar matahari dapat membuat kulit tidak hanya berubah warna, terasa terbakar, dan memerah tapi juga menghilangkan elastisitasnya sehingga kerutan bisa muncul dengan cepat. Di Indonesia, intensitas cahaya matahari akan mencapai puncaknya dari jam 11 sampai jam 14 siang. Dalam rentan waktu ini, tidak hanya sinar ultraviolet B yang bisa menembus kulit tapi juga sinar ultraviolet A dan C. Oleh sebab itu, orang-orang yang sering terpapar sinar matahari memiliki kemungkinan untuk mengalami kerutan jauh lebih beasar dibandingkan orang-orang yang ada di dalam ruangan. Bagaimana dengan Anda sendiri? Apakah Anda sering terkena sinar matahari ketika mengerjakan rutinitas harian Anda? Jika iya, ada baiknya untuk menggunakan pakaian lengan panjang, celana panjang, sepatu, sarung tangan, dan juga helm atau topi untuk melindungi kulit dan tubuh dari paparan sinar ultraviolet. Tidak lupa juga disarankan untuk menggunakan krim tabir surya agar kulit benar-benar terlindung dari radikal bebas dan sinar UV.

Kurang istirahat dan minum air putih

Ada banyak alasan mengapa orang suka kurang istirahat. Beberapa di antara mereka ada yang sibuk dengan tugas kampus atau tugas kantor dan beberapa orang lainnya melakukan ini hanya untuk nonton bola atau melakukan kegiatan yang berkaitan dengan ilmu kebatinan. Apapun alasannya kurang istirahat itu tidak baik untuk kesehatan tubuh dan kulit. Perlu diketahui bahwa Anda butuh waktu istirahat dalam sehari sekitar 7-8 jam. Apa tujuannya? Untuk menyegarkan dan mengistirahatkan tubuh yang capek setelah beraktivitas seharian. Di samping itu, hal ini juga dapat membantu proses regenerasi kulit agar sel-sel kulit mati bisa terangkat dengan sempurna dan kulit tidak stres. Di sisi lain, ada pula orang-orang yang sedikit sekali minum air putih karena merasa tidak terlalu butuh atau karena mereka lebih menyukai minuman manis dan bersoda. Apakah Anda salah satu dari mereka? Sadari bahwa tubuh setidaknya membutuhkan 2 liter air mineral setiap hari agar tubuh tidak dehidrasi dan kulit tidak kering. Bila kulit kehilangan kelembabannya (kering), kerutan akan muncul dengan cepat.

Rokok

Apakah Anda suka merokok? Jika iya, Anda pasti sering membaca apa saja bahaya merokok bagi kesehatan yang mana informasi ini ada di kemasan rokok itu sendiri. Ya, merokok adalah kegiatan yang tidak baik dan tidak dianjurkan karena hanya mendatangkan dampak buruk bagi kesehatan tubuh dan kulit. Khusus untuk kulit, masalah yang akan muncul adalah jerawat, kulit kering, dan juga kerutan. Masalah-masalah kulit ini tidak hanya bisa diderita oleh perokok aktif tapi juga perokok pasif (orang-orang yang berada di sekitar perokok aktif). Oleh karenanya, stop merokok sekarang juga atau jauhi orang-orang yang merokok.

Penggunaan produk kecantikan yang tidak tepat

Ada banyak sekali produk kecantikan di pasaran yang tidak memenuhi standarisasi obat-obatan nasional tapi masih bebas dijual. Di samping itu, ada pula produk-produk oplasan alias palsu yang bisa saja sudah digunakan tanpa Anda sadari. Masalah selanjutnya yang perlu diketahui adalah tidak semua orang yang menggunakan produk kecantikan memilih produk dengan benar. Alhasil, berbagai gangguan kulit didapatkan, termasuk kerutan di wajah. Solusi terbaik untuk menghindari hal ini adalah konsultasi terlebih dahulu dengan para ahli, mengecek jenis kulit, dan kemudian membeli produk yang berkualitas dan sesuai dengan jenis kulit.

Seputar Penyakit Diabetes Melitus

Posted on Leave a commentPosted in Kesehatan

Diabetes termasuk salah satu penyakit yang cukup mengkhawatirkan, terutama bila sudah parah kemungkinan besar membuat penderitanya tidak dapat melakukan aktivitas seperti biasa bahkan beresiko mematikan. Contohnya untuk bangun dari tempat tidur, penderita mesti dituntun. Penyakit diabetes terbagi dalam dua kelompok yakni tipe 1 dan 2. Diabetes tipe 1 biasanya menyerang pada usia anak-anak, remaja dan di bawah 40 tahun. Berat badan penderita biasanya kurus, sedangkan kadar insulin darah rata-rata rendah atau bahkan tidak ada. Sementara penderita untuk diabetes tipe kedua adalah orang tua yakni di atas usia 40 tahun, memiliki berat badan berlebih tapi juga bisa normal dan mempunyai kadar insulin relarif tinggi namun terkadang normal. Lebih lengkap, berikut gejala, pencegahan, komplikasi, dan pengobatan mengenai diabetes:

Gejala

Banyak orang mengabaikan setiap gejala yang dikeluhkannya. Seperti halnya sering sakit pinggang, bisa jadi merupakan tanda dari penyakit ginjal. Jika dibiarkan, tentu akibatnya bisa fatal. Begitu pula dengan diabetes yang harus segera ditangani. Adapun gejala yang dirasakan adalah lebih sering buang air kecil terutama di malam hari, haus dan kelelahan mesti tak melakukan aktivitas berat, berkurangnya masa otot, turunnya berat badan (untuk diabetes tipe 1), dan lain sebagainya. Jika Anda sering kali mengalami gejala tersebut, ada baiknya konsultasikan ke dokter untuk memastikan kondisi kesehatan dan dapat ditangani dengan segera.

Pencegahan

Ada banyak kebiasan buruk yang dapat memicu diabetes, antara lain terlalu sering mengkonsumsi minuman dengan pemanis buatan, makanan tinggi lemak, berminyak, dan kurangnya waktu tidur. Makanan dan minuman tersebut akan meningkatkan kadar gula darah sehingga lebih rentan terserang diabestes terutama tipe 2, sedangkan kurangnya waktu tidur hal ini mengakibatkan tubuh tidak dapat memproduksi glukosa secara normal atau bahkan menurun sehingga memiliki resiko diabetes tipe 1. Untuk meminimalisir serangan diabetes baik 1 maupun 2, upayakan untuk lebih banyak mengkonsumsi makanan berserat, memperoleh waktu tidur yang cukup, melakukan olahraga teratur, dan menghindari makanan & minuman yang mengandung rasa manis tinggi.

Komplikasi

Penyakit diabetes bisa mengakibatkan masalah yang sangat serius, dua di antaranya adalah jantung dan stroke karena menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Hal ini kemungkinan besar bisa terjadi hingga 5 kali lebih kuat apabila kadar gula darah tidak seimbang dalam waktu yang berkelanjutan. Lebih dari itu, diabetes tipe 2 juga memicu gagal ginjal, di mana fungsi utama ginjal adalah menyaring racun di dalam tubuh, namun saat kadar gula darah berlebih ginjal harus bekerja dengan ekstra. Itulah bahaya diabetes, bersumber dari satu penyakit namun memicu masalah besar lainnya.

Pengobatan

Untuk mengatasi penyakit diabetes selain dapat menggunakan tanaman herbal juga secara medis. Memanfaatkan obat herbal pastinya lebih hemat dan ringan efek samping. Namun hal ini perlu dilakukan dengan cara yang tepat atau bila perlu konsultasikan ke dokter sebelum mengkonsumsinya. Pengobatan medis tentu saja lebih mahal apalagi kalau harus rawat inap, beli obat, dan biaya perawatan. Semua pengobatan baik untuk dilakukan asal dengan tenaga ahli yang berpengalaman dan dilakukan tindakan secara cepat & tepat.

Penyakit diabetes memang sangat fatal dampaknya. Dalam waktu yang berkepanjangan akan membuat seseorang terkujur dan berdaya. Bahkan, bisa mengancam nyawa seseorang bila lama diabaikan. Oleh sebab itu jangan biarkan penyakit tersebut terus mengintai, segera lakukan pencegahan untuk dapat menghindarinya.