Stroke: Penyakit Pembunuh Nomor Satu di Indonesia

Posted on Leave a commentPosted in Penyakit

Menurut sejumlah penelitian, stroke dikategorikan sebagai penyakit pembunuh nomor satu di Indonesia. Penderitanya adalah orang-orang yang sudah berusia di bawah dan di atas 65 tahun. Pada umumnya, penyakit ini dialami oleh orang-orang yang suka merokok, malas berolahraga, pola makan yang tidak teratur, dan menderita penyakit-penyakit berbahaya seperti darah tinggi, fibrilasi atrium, kolesterol tinggi, dan kencing manis. Sebenarnya, apa itu stroke? Ini adalah kondisi di mana pasokan darah ke otak terhenti karena adanya penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Hal ini menyebabkan sel-sel pada otak mati sehingga tidak bisa menyambungkan perintah dari otak ke organ tubuh untuk bergerak.

 

Ingin tahu lebih banyak tentang penyakit mematikan ini? Jika iya, simak informasi selengkapnya di bawah ini:

Gejalanya

Pada umumnya ada tiga gejala yang bisa saja dialami oleh penderita stroke:

  1. Lengan tidak bisa digerakkan baik itu lengan sebelah kanan, kiri, atau keduanya. Hal ini terjadi karena kelumpuhan pada organ tersebut.
  2. Mata dan mulut pada bagian wajah sebelah kiri atau pun kanan terlihat turun. Kondisi ini disebabkan karena tertariknya syaraf akibat gagalnya pasokan darah ke otak.
  3. Bicara menjadi tidak jelas atau bahkan tidak bisa sama sekali berbicara walaupun sedang dalam kondisi sadar.

Apabila mengalami salah satu gejala ini secara tiba-tiba, disarankan untuk segera menuju ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan intensif agar kondisi ini tidak semakin memburuk.

Jenisnya

Pada umumnya, ada 3 jenis stroke yang banyak dialami oleh orang-orang. Pertama, stroke iskemik yang terjadi karena gumpalan darah yang memberhentikan pasokan darah ke otak. Kedua, stroke hemoragik yang terjadi pembuluh darah yang menyalurkan darah ke otak pecah. Ketiga, stroke ringan atau juga dikenal dengan nama TIA (Transient Ischemic Attack). Stroke ini terjadi karena aliran darah ke otak mengalami gangguan sesaat dan kemudian normal kembali. Biasanya penderita akan mengalami pusing kepala, penglihatan kabur dan ganda, tubuh menjadi lemas, dan kesulitan berbicara. Meskipun tergolong ringan, apabila tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat, penyakit jenis ini akan parah dengan sendirinya dan bisa menimbulkan stroke iskemik atau hemoragik.

Pengobatan dan pencegahannya

Pengobatan yang dilakukan untuk penderita penyakit serius ini adalah dengan memberikan obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah, tingkat kolesterol, dan tingkat pembekuan darah. Di samping itu, bila ada tumpukan lemak di arteri, operasi akan dilakukan untuk memperbaiki kondisi pasien. Di lain sisi, selain melalui pengobatan medis, beberapa orang pun memutuskan untuk melakukan pengobatan alternatif atau tradisional seperti halnya dengan pengobatan dengan terapi akupuntur atau dengan obat-obatan herbal dari bahan-bahan alami.

Sementara itu, untuk pencegahan dari stroke ini sendiri adalah dengan menerapkan pola hidup sehat sedini mungkin. Hentikan kebiasaan-kebiasaan buruk yang dapat memperburuk kondisi kesehatan tubuh, seperti merokok, menggunakan obat-obatan terlarang, begadang, minum minuman beralkohol, dan lain sebagainya. Pola makan pun harus dijaga sebaik mungkin dan pastikan untuk tidak selalu mengkonsumsi makanan yang memiliki kadar lemak dan kolesterol tinggi. Mulai biasakan diri untuk banyak mengkonsumsi buah dan sayur-sayuran. Pastikan pula untuk rajin berolahraga, minimal satu kali dalam seminggu. Bila banyak waktu luang, sebaiknya berolahraga saja daripada dihabiskan dengan melakukan hal-hal yang tidak penting. Bersepeda, jogging, main basket, main sepakbola, nggym, dan berenang bisa dijadikan pilihan olahraga yang menyenangkan.

Seputar Penyakit Diabetes Melitus

Posted on Leave a commentPosted in Kesehatan

Diabetes termasuk salah satu penyakit yang cukup mengkhawatirkan, terutama bila sudah parah kemungkinan besar membuat penderitanya tidak dapat melakukan aktivitas seperti biasa bahkan beresiko mematikan. Contohnya untuk bangun dari tempat tidur, penderita mesti dituntun. Penyakit diabetes terbagi dalam dua kelompok yakni tipe 1 dan 2. Diabetes tipe 1 biasanya menyerang pada usia anak-anak, remaja dan di bawah 40 tahun. Berat badan penderita biasanya kurus, sedangkan kadar insulin darah rata-rata rendah atau bahkan tidak ada. Sementara penderita untuk diabetes tipe kedua adalah orang tua yakni di atas usia 40 tahun, memiliki berat badan berlebih tapi juga bisa normal dan mempunyai kadar insulin relarif tinggi namun terkadang normal. Lebih lengkap, berikut gejala, pencegahan, komplikasi, dan pengobatan mengenai diabetes:

Gejala

Banyak orang mengabaikan setiap gejala yang dikeluhkannya. Seperti halnya sering sakit pinggang, bisa jadi merupakan tanda dari penyakit ginjal. Jika dibiarkan, tentu akibatnya bisa fatal. Begitu pula dengan diabetes yang harus segera ditangani. Adapun gejala yang dirasakan adalah lebih sering buang air kecil terutama di malam hari, haus dan kelelahan mesti tak melakukan aktivitas berat, berkurangnya masa otot, turunnya berat badan (untuk diabetes tipe 1), dan lain sebagainya. Jika Anda sering kali mengalami gejala tersebut, ada baiknya konsultasikan ke dokter untuk memastikan kondisi kesehatan dan dapat ditangani dengan segera.

Pencegahan

Ada banyak kebiasan buruk yang dapat memicu diabetes, antara lain terlalu sering mengkonsumsi minuman dengan pemanis buatan, makanan tinggi lemak, berminyak, dan kurangnya waktu tidur. Makanan dan minuman tersebut akan meningkatkan kadar gula darah sehingga lebih rentan terserang diabestes terutama tipe 2, sedangkan kurangnya waktu tidur hal ini mengakibatkan tubuh tidak dapat memproduksi glukosa secara normal atau bahkan menurun sehingga memiliki resiko diabetes tipe 1. Untuk meminimalisir serangan diabetes baik 1 maupun 2, upayakan untuk lebih banyak mengkonsumsi makanan berserat, memperoleh waktu tidur yang cukup, melakukan olahraga teratur, dan menghindari makanan & minuman yang mengandung rasa manis tinggi.

Komplikasi

Penyakit diabetes bisa mengakibatkan masalah yang sangat serius, dua di antaranya adalah jantung dan stroke karena menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Hal ini kemungkinan besar bisa terjadi hingga 5 kali lebih kuat apabila kadar gula darah tidak seimbang dalam waktu yang berkelanjutan. Lebih dari itu, diabetes tipe 2 juga memicu gagal ginjal, di mana fungsi utama ginjal adalah menyaring racun di dalam tubuh, namun saat kadar gula darah berlebih ginjal harus bekerja dengan ekstra. Itulah bahaya diabetes, bersumber dari satu penyakit namun memicu masalah besar lainnya.

Pengobatan

Untuk mengatasi penyakit diabetes selain dapat menggunakan tanaman herbal juga secara medis. Memanfaatkan obat herbal pastinya lebih hemat dan ringan efek samping. Namun hal ini perlu dilakukan dengan cara yang tepat atau bila perlu konsultasikan ke dokter sebelum mengkonsumsinya. Pengobatan medis tentu saja lebih mahal apalagi kalau harus rawat inap, beli obat, dan biaya perawatan. Semua pengobatan baik untuk dilakukan asal dengan tenaga ahli yang berpengalaman dan dilakukan tindakan secara cepat & tepat.

Penyakit diabetes memang sangat fatal dampaknya. Dalam waktu yang berkepanjangan akan membuat seseorang terkujur dan berdaya. Bahkan, bisa mengancam nyawa seseorang bila lama diabaikan. Oleh sebab itu jangan biarkan penyakit tersebut terus mengintai, segera lakukan pencegahan untuk dapat menghindarinya.